SAINS45 Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia Menyongsong Satu Abad Kemerdekaan(SAINS45 Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia Menyongsong Satu Abad Kemerdekaan)

Volume agropustaka : , Januari 2018
Penulis :
Institusi :

Puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia ini, SAINS45, yang merupakan buah pikir dan hasil karya ilmuwan muda Indonesia, akhirnya terbit. Merekalah yang berusaha keras untuk tetap dapat berkarya dan memberikan yang terbaik bagi negeri ini, meski gamang akan dukungan yang diberikan negara untuk mempertahankan keunggulan ilmiah mereka. Puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia ini, SAINS45, yang merupakan buah pikir dan hasil karya ilmuwan muda Indonesia, akhirnya terbit. Merekalah yang berusaha keras untuk tetap dapat berkarya dan memberikan yang terbaik bagi negeri ini, meski gamang akan dukungan yang diberikan negara untuk mempertahankan keunggulan ilmiah mereka.

Mereka adalah alumni dari berbagai kegiatan Frontiers of Sciences AIPI: Pertemuan Ilmuwan Muda Wallacea di Ternate (2010); Indonesian-American Kavli Frontiers of Science Symposium (Bogor, 2011; Surakarta, 2012; Bali, 2013; Medan, 2014; dan Makassar, 2015); serta Indonesian Frontiers of Social Sciences Symposium

di Lombok (2013) dan Indonesian Frontiers of Social Sciences and Humanities Symposium di Bogor
(2015). Ilmuwan muda peserta kegiatan tersebut dipilih berdasarkan keunggulan ilmiahnya setelah menyelesaikan program doktoral; aktif melakukan penelitian dan mempublikasikan karya ilmiahnya, tetapi masih berusia di bawah 45 tahun. Singkatnya, ilmuwan muda Indonesia yang telah menunjukkan prestasi sebagai bakal pemimpin dunia ilmiah kita di masa depan. Lebih dari 230 alumni kegiatan Frontiers of Science di atas terhubung melalui suatu jaringan ilmuwan muda yang hebat. Mereka bertanya, apa yang dapat diharapkan dengan bekerja sebagai seorang ilmuwan di Indonesia. Pertanyaan yang menusuk hati.

Sebagian besar dari mutiara-mutiara itupara ilmuwan muda peserta kegiatan Frontiers of Science AIPImenyelesaikan program doktoralnya di negara maju. Banyak dari mereka dapat dengan mudah bekerja di luar negeri tetapi memilih untuk tetap di Indonesia, menyumbangkan karyanya untuk bangsa dan negara. 


Kategori : Komunikasi Singkat
Kelompok : Lainnya
Bahasa : Indonesia

Abstract

Puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia ini, SAINS45, yang merupakan buah pikir dan hasil karya ilmuwan muda Indonesia, akhirnya terbit. Merekalah yang berusaha keras untuk tetap dapat berkarya dan memberikan yang terbaik bagi negeri ini, meski gamang akan dukungan yang diberikan negara untuk mempertahankan keunggulan ilmiah mereka.

Mereka adalah alumni dari berbagai kegiatan Frontiers of Sciences AIPI: Pertemuan Ilmuwan Muda Wallacea di Ternate (2010); Indonesian-American Kavli Frontiers of Science Symposium (Bogor, 2011; Surakarta, 2012; Bali, 2013; Medan, 2014; dan Makassar, 2015); serta Indonesian Frontiers of Social Sciences Symposium

di Lombok (2013) dan Indonesian Frontiers of Social Sciences and Humanities Symposium di Bogor
(2015). Ilmuwan muda peserta kegiatan tersebut dipilih berdasarkan keunggulan ilmiahnya setelah menyelesaikan program doktoral; aktif melakukan penelitian dan mempublikasikan karya ilmiahnya, tetapi masih berusia di bawah 45 tahun. Singkatnya, ilmuwan muda Indonesia yang telah menunjukkan prestasi sebagai bakal pemimpin dunia ilmiah kita di masa depan. Lebih dari 230 alumni kegiatan Frontiers of Science di atas terhubung melalui suatu jaringan ilmuwan muda yang hebat. Mereka bertanya, apa yang dapat diharapkan dengan bekerja sebagai seorang ilmuwan di Indonesia. Pertanyaan yang menusuk hati.

Sebagian besar dari mutiara-mutiara itu—para ilmuwan muda peserta kegiatan Frontiers of Science AIPI— menyelesaikan program doktoralnya di negara maju. Banyak dari mereka dapat dengan mudah bekerja di luar negeri tetapi memilih untuk tetap di Indonesia, menyumbangkan karyanya untuk bangsa dan negara. 



Aplikasi praktis

Puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia ini, SAINS45, yang merupakan buah pikir dan hasil karya ilmuwan muda Indonesia, akhirnya terbit. Merekalah yang berusaha keras untuk tetap dapat berkarya dan memberikan yang terbaik bagi negeri ini, meski gamang akan dukungan yang diberikan negara untuk mempertahankan keunggulan ilmiah mereka.

Mereka adalah alumni dari berbagai kegiatan Frontiers of Sciences AIPI: Pertemuan Ilmuwan Muda Wallacea di Ternate (2010); Indonesian-American Kavli Frontiers of Science Symposium (Bogor, 2011; Surakarta, 2012; Bali, 2013; Medan, 2014; dan Makassar, 2015); serta Indonesian Frontiers of Social Sciences Symposium

di Lombok (2013) dan Indonesian Frontiers of Social Sciences and Humanities Symposium di Bogor
(2015). Ilmuwan muda peserta kegiatan tersebut dipilih berdasarkan keunggulan ilmiahnya setelah menyelesaikan program doktoral; aktif melakukan penelitian dan mempublikasikan karya ilmiahnya, tetapi masih berusia di bawah 45 tahun. Singkatnya, ilmuwan muda Indonesia yang telah menunjukkan prestasi sebagai bakal pemimpin dunia ilmiah kita di masa depan. Lebih dari 230 alumni kegiatan Frontiers of Science di atas terhubung melalui suatu jaringan ilmuwan muda yang hebat. Mereka bertanya, apa yang dapat diharapkan dengan bekerja sebagai seorang ilmuwan di Indonesia. Pertanyaan yang menusuk hati.

Sebagian besar dari mutiara-mutiara itu—para ilmuwan muda peserta kegiatan Frontiers of Science AIPI— menyelesaikan program doktoralnya di negara maju. Banyak dari mereka dapat dengan mudah bekerja di luar negeri tetapi memilih untuk tetap di Indonesia, menyumbangkan karyanya untuk bangsa dan negara. 


Pendahuluan

Harga Rp.5.000
Beli

copyright@2017 agropustaka.id