• Tantangan Industri Olahan Susu di Era 4.0

    Salah satu industri olahan hasil ternak, yakni industri persusuan nasional telah mengalami perubahan nyata baik dalam hal populasi maupun produksinya dalam 7 tahun terakhir. Menurut catatan Dewan Persusuan Nasional, produksi susu segar pada 2012 berjumlah 700 ton dengan produktifitas rata-rata 3300 liter per masa laktasi. Adapun pada kondisi di 2020, diprediksi produksinya mencapai 3000 ribu ton, dengan tingkat produktifitas mencapai 4500 liter per masa laktasi.

  • Kiat Menangani Daging Sehat dan Berkualitas

    Secara kualitatif, yang dimaksud daging yakni semua jaringan hewan yang layak digunakan sebagai bahan pangan.

  • Manajemen Pergudangan dalam Sistem Logistik Pakan

    Dalam sistem logistik pakan, salah satu faktor penting yang harus diperhatikan adalah penyimpanan dan pergudangan. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga karakteristik, baik fisik maupun kimia, yang dimiliki bahan pakan selama waktu penyimpanan setelah proses pemanenan dan pengeringan. Hal itu disampaikan oleh Pengajar Fakultas Peternakan IPB Dr. Heri Ahmad Sukria dalam sebuah pelatihan tentang manajemen logistik pakan yang diselenggarakan oleh Forum Logistik Peternakan Indonesia (FLPI) dan Asosiasi Ahli Nutrisi dan Pakan Indonesia (AINI) di Kampus IPB Darmaga, pada 26-27 Maret 2019.

  • Sistem Rantai Dingin di Indonesia Semakin Berkembang

    Sistem rantai dingin merupakan penerapan suhu dingin selama produksi, penyimpanan dan distribusi daging dan produk olahan dengan penyimpanan di bawah suhu 4 derajad celcius. Potensi peningkatan kebutuhan cold chain atau rantai dingin di Indonesia sangat besar.

  • Pentingnya Sertifikasi NKV

    Badan organisasi dunia (WHO) telah memprediksi bahwa penduduk dunia pada tahun 2050 akan mencapai 9,8 milyar, dan kebutuhan daging meningkat sebesar 73%. Hal itu harus dijawab dengan pemenuhan suplai daging ayam yang aman, sehat dan utuh melalui pemotongan unggas di luar Rumah Potong Hewan Unggas (RPH-U).