{"id":2533,"date":"2021-02-17T22:45:06","date_gmt":"2021-02-17T22:45:06","guid":{"rendered":"https:\/\/agropustaka.id\/wb\/?p=2533"},"modified":"2021-02-18T02:41:55","modified_gmt":"2021-02-18T02:41:55","slug":"membangkitkan-potensi-tersembunyi-alfafa-tropik-sang-ratu-hijauan-pakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agropustaka.id\/wb\/?p=2533","title":{"rendered":"Membangkitkan Potensi Tersembunyi Alfafa Tropik, Sang Ratu Hijauan Pakan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>agropustaka.id, Kabar. <\/strong>Alfalfa adalah salah satu sumber hijauan pakan berkualitas tinggi, sehingga mendapat gelar <em>queen of forage<\/em> atau ratunya hijauan. Di daerah tropis seperti di Indonesia, hijaun ini belum populer bukan karena kualitasnya, namun karena proses budidayanya yang masih dianggap terbatas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di samping untuk mendapatkan biji alfalfa yang harus impor, dan masih ada asumsi bahwa menanam alfafa di Indonesia harus dilakukan di wilayah yang mendekati sub tropik seperti di beberapa dataran tinggi di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal itu menyebabkan hijauan potensial sumber bahan pakan ini tidak sepopuler hijauan atau legume lain seperti lamtoro, taramba, kamal, atau indigofera. Tidak sedikit pula beberapa kalangan yang pesimis terhadap hasil-hasil riset seputar alfalfa, karena sebagus apapun dari yang ditunjukkan dari hasil riset yang dilakukan, tetap saja dianggap kurang prospektif untuk dikembangkan di daerah tropik seperti Indonesia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, pada kenyataannya peneliti dari Fakultas Peternakan UGM Ir. Bambang Suwignyo, Ph.D., IPM., ASEAN Eng ternyata telah berhasil melakukan pembiakan alfalfa tropik yang dapat tumbuh dan menghasilkan biji fertil di daerah tropik. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perkembangan riset di UGM terhadap alfafa tropis tersebut tentu sangat menggembirakan, sehingga jika terus dikembangkan dengan baik, maka Indonesia memiliki potensi besar untuk tidak bergantung pada bibit alfalfa impor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menggali lebih dalam seputar alfafa tropik, potensi pengembangan ke masa depan dan upayanya dalam mendukung bank pakan, maka <a href=\"http:\/\/www.instagram.com\/indonesialivestock\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\" aria-label=\"@IndonesiaLivestock (opens in a new tab)\">@IndonesiaLivestock<\/a> Alliane (ILA) menggelar JUMPA PUBLIK dengan mengangkat topik <em>&#8216;Bank Pakan dan Potensi Pengembangan Alfafa Tropik&#8217; <\/em>dengan menghadirkan narasumber perintis alfafa tropik, yakni Staf Pengajar Fakultas Peternakan UGM Ir. Bambang Suwignyo, Ph.D., IPM., ASEAN Eng.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Nama Kegiatan:<\/strong><br> JUMPA PUBLIK: Bank Pakan dan Potensi Pengembangan Alfafa Tropik<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Waktu &amp; Tempat:<\/strong><br> Selasa Sore, 23 Pebruari 2021, jam 16.00-17.00 WIB<br> <em>Acara yang diselenggarakan oleh @IndonesiaLivestock Alliance (ILA) ini dapat disaksikan secara langsung, hanya melalui livestreaming di Chanel Youtube Agropustaka: <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/c\/agropustaka\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\" aria-label=\"https:\/\/www.youtube.com\/c\/agropustaka (opens in a new tab)\">https:\/\/www.youtube.com\/c\/agropustaka<\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menghadirkan:<\/strong><br>Ir. Bambang Suwignyo, Ph.D., IPM., ASEAN Eng (<a rel=\"noreferrer noopener\" aria-label=\"@suwignyobambang (opens in a new tab)\" href=\"http:\/\/www.instagram.com\/suwignyobambang \" target=\"_blank\">@suwignyobambang<\/a>)<br>Dosen Fakultas <a rel=\"noreferrer noopener\" aria-label=\"@Peternakan_UGM (opens in a new tab)\" href=\"http:\/\/www.instagram.com\/peternakan_ugm\" target=\"_blank\">@Peternakan_UGM<\/a>, Yogyakarta<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Poster Acara:<\/strong><br>Dapat diunduh di: <a rel=\"noreferrer noopener\" aria-label=\"https:\/\/agropustaka.id\/wb\/poster (opens in a new tab)\" href=\"https:\/\/agropustaka.id\/wb\/poster\" target=\"_blank\">https:\/\/agropustaka.id\/wb\/poster<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Registrasi (gratis &amp; terbatas):<\/strong><br><a rel=\"noreferrer noopener\" aria-label=\"https:\/\/agropustaka.id\/wb\/alfafa (opens in a new tab)\" href=\"https:\/\/agropustaka.id\/wb\/alfafa\" target=\"_blank\">https:\/\/agropustaka.id\/wb\/alfafa<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>E-Sertifikat:<\/strong><br>Tersedia 300 buah free e-sertifikat, syarat dan ketentuan berlaku<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">indonesialivestockalliance #ila #pakan #feed #aini #indonesialivestock #jumpapublik #agropustaka #pakanternak #teknologipakan #ilmupakan #bankpakan #alfafa<\/h1>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">alfafatropik #fapetugm #peternakanugm<\/h1>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>agropustaka.id, Kabar. Alfalfa adalah salah satu sumber hijauan pakan berkualitas tinggi, sehingga mendapat gelar queen of forage atau ratunya hijauan. Di daerah tropis seperti di&hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2534,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-2533","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agropustaka.id\/wb\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2533","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/agropustaka.id\/wb\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agropustaka.id\/wb\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agropustaka.id\/wb\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agropustaka.id\/wb\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2533"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/agropustaka.id\/wb\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2533\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2535,"href":"https:\/\/agropustaka.id\/wb\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2533\/revisions\/2535"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agropustaka.id\/wb\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2534"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agropustaka.id\/wb\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2533"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agropustaka.id\/wb\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2533"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agropustaka.id\/wb\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2533"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}